Genosida Muslim Rohingya sudah berlangsung 70 Tahun

0
165

JAKARTA (fokusislam) – Kajian Akbar dengan tema Genosida Rohingya yang disajikan oleh Peduli Muslim, fokusislam.com, dan DKM Masjid Al Fattah Jatinegara telah memaparkan fakta-fakta yang terjadi di Rohingya. Menurut Dr. Agus Hasan Bashori, MA peneliti masalah tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis muslim Rohingya sudah terjadi sejak 1942. “Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah menyatakan bahwa etns Rohingya adalah kelompok minoritas yang paling teraniaya,” ungkap ustadz Agus.

Menurut ustadz Agus, apa yang terjadi di Rakhine, Myanmar sudah masuk dalam katagori Genosida, yakni pemusnahan massal etnis Rohingya. Genosida sejatinya mengurangi populasi, membunuh, merusak, dan melakukan pengerusakan. “Selama 70 tahun sejak 1942 telah terjadi 25 kali genosida yang menimpa etnis muslim Rohingya. Mereka melakukan genosida secara bertahap. Gerakan 969 menargetkan 2025 Myanmar bebas muslim,” kata ustadz Agus.

Menurut catatan Ustadz Agus, sebelum peristiwa genosida ada 1874 desa di Rohingya. Sejak Oktober 2016 Sampai Januari 2017 tercatat 50 desa dibumihanguskan. Lalu, sekitar 200 desa dibakar sampai Agustus 2017. “Ada 1100 desa yang sudah diambil pemerintah dan kaum Budha. Dan ada sekitar 413.000 etnis Rohingya yang mengungsi,” kata ustadz Agus.

Sementata pembicara kedua Dr. Ali Musri Semjan Putra mengungkapkan bahwa ada hikmah yang bisa diambil dari tragedi kemanusiaa Rohingya. Yakni, pertama membuktikan bahwa jargon para liberalis mengenai Hak Asasi Manusia yang digembar-gemborkan oleh kalangan barat. “Jargon mereka hanya pepesan kosong. Ketita umat Islam yang jadi korban, merek diam,” kata Ustadz Ali dengan berapi-api.

Hikmah kedua adalah kata Ustadz Ali, tragedi Rohingya merupakan ujian bagi muslim Myanmar. Mereka teraniaya, terdzolimi, dan terusir. “Ujian yang seperti itu pernah menimpa Rasullullah Shallallahu ‘Alalyhi Wassalam dan shahabatnya ketika mengembangan dakwah Islam. Ada shahabat yang disiksa, dibunuh, juga harus hijrah meninggalkan Mekkah. Semoga mereka mendapatkan balasan pahala yang besar ditengah kesabarannya,” kata Ustadz Ali.

Hikmah ketiga, kata Ustadz Ali, genosida adalah ujian bagi rasa kepedulian kita sebagai umat Islam. Jangan sampai batas-batas negara menahan kepdulian kita terhadap korban genosida yang menimpa muslim Rohingya. “Kita harus memberikan apa saja yang bisa kita berikan. Minimal berdoa untuk mereka. Semoga mereka bisa bersabar menghadapi ujian tersebut,” kata Ustadz Ali.

(eri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here