Musyaffa’, Menjadi Doktor Ushul Fiqh Pertama di Asia Tenggara

0
403

Tulisan kajian singkat Musyaffa’ Ad-Dariny sering menjadi viral di media sosial. Nama ini tidak asing di Indonesia terutama bagi yang aktif mengikuti kajian melalui Whats App Massenger.
Kamis, 12 Oktober menjadi hari istimewa bagi Musyaffa’, karena ia telah berhasil meraih gelar doktor ushul fiqh Universitas Islam Madinah pertama dari Indonesia bahkan Asia Tenggara ini dengan menamatkan studi doktoralnya dengan predikat summa cum laude.

Disertasinya yang berjudul “Metodologi Ulama Syafi’iyah Dalam Mengklasifikan Dalil, Dan Cara Mentarjih Dalil-Dalil Yang Bertentangan” -studi teori dan penerapannya- berhasil ia pertahankan pada sidang yang berlangsung di Auditorium Munaqosyah Fakultas Hadist UIM.

“Setelah melaksanakan sidang yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.30 siang. Lajnah Munaqosyah memutuskan untuk menerima disertasi yang diajukan serta memberikannya gelar doktor dengan predikat mumtaz ma’a martabati syarofil ‘ula (summa cum laude),” ujar Syaikh Prof. Dr. Tarhib Ad-Duwaisiry.
Musyaffa’ atau yang lebih dikenal dengan nama Musyaffa’Ad-Dariny, pria kelahiran Kudus, 29 Juni 1982 ini menamatkan SMA-nya di tahun 2000. Setamat SMA ia melanjutkan studinya di UNISMA Malang, hanya bertahan dua semester di sana karena namanya masuk ke dalam daftar mahasisawa yang diterima di Universitas Islam Madinah.
Mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah ini memulai studinya di Universitas Islam Madinah dari jenjang persiapan bahasa selama dua semester. Selanjutnya ia memilih kuliah Syariah di jenjang S-1nya. Dan di S-2 ia masuk di jurusan ushul fiqh fakultas syariah UIM. Gelar magister ia dapatkan dengan predikat summa cum laude.
Sedangkan untuk S-3nya, bapak 4 anak ini memilih untuk tetap mengambil jurusan yang sama.

Sumber:

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh Untuk Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here