Hafizi, Peringkat 7 Lomba Tahfiz Qur’an Internasional

0
248

Selong, NTB (fokusislam) – penghafal Al Qur’an terus hadir dari bumi Indonesia. Kali ini, prestasi gemilang ditorehkan M. Khairurrazak Al Hafizi di ajang lomba Tahfidz Qur’an Internasional di Mekkah Arab Saudi. Hafizul Qur’an asal Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ini berada di peringkat tujuh. Hal yang sangat membanggakan negara dan daerah.

Alhamdulillah, Hafizi dapat tampil dengan baik. Jangankan peringkat tujuh, peringkat 100 saja kami sudah puas. Terpenting sudah maksimal,”ujar Lalu Muhibban, orang tua M. Khairurrazak Al Hafizi, kepada Suara NTB, Senin, 16 Oktober 2017.

Khaerurrazak Al Hafizi merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Di mata keluarga, dia sosok anak yang sangat patuh kepada kedua orang tua serta pandai bergaul dengan teman-temannya di Ponpes Darussomad tempat Hafizi menuntut ilmu. Ponpes yang berdiri pada tahun 2013 itu didirikan Lalu Muhibban berdasarkan permintaan dari Hafizi bersama kakaknya. Ponpes yang terletak di tengah persawahan Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga ini memiliki sekitar 300 santri.

Hafizi masuk dalam kategori hafalan 15 juz dan bersaing dengan perwakilan dari masing-masing negara di dunia. Hafizi berhasil menjawab empat soal yang dilontarkan oleh para juri dengan lancar. Soal yang diberikan terhadap Hafidz cilik tersebut, yakni Juz 2, juz 5, juz 9 dan juz 13.

Muhibban menuturkan, perasaan yang dirasakan melihat buah hatinya sukses dan lancar pada waktu itu diakuinya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasa sedih, gembira beraduk dengan kekhawatiran membuatnya tidak bisa membendung air mata saat Hafizi tampil. Bahkan, katanya, air matanya tumpah saat putra keduanya itu berhasil tampil dengan begitu sempurna sebagaimana yang diharapkan.

Meski selaku orang tua hanya mendampingi Hafizi sampai di Jakarta, Muhibban mengungkapkan dirinya tetap memantau Hafizi selama di Mekkah untuk mengikuti lomba Tahfidz Qur’an tingkat dunia tersebut. Diketahui, keikutsertaan M. Khaerurrazak mengikuti lomba tahfidz tingkat internasional atau dunia merupakan kali kedua, setelah sebelumnya tingkat Asia Pasifik. “Untuk tingkat nasional sekitar empat kali,”jelasnya.

Meski sejumlah prestasi didapatkan, M. Khaerurrazak tetap pada pendiriannya selaku anak yang rendah hati serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Ketika berada di rumah atau madrasah yang didirikan oleh keluarganya. Madrasah tersebut menjadi wadah bagi Hafizi untuk secara rutin mengasah kemampuannya dengan membiasakan tidur jam 22:00 wita dan bangun pada pukul 02:00 wita. Pada waktu itu ia secara rutin dan terus-terusan melakukan salat malam dan muroja’ah. “Apabila tidak ada hal yang terlalu penting, Hafizi tidak pernah keluar dari lingkungan madrasah,” ujar Muhibban.

Sumber: suarantb.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here