Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad: Boleh Ikut Pemilu

0
3144
Ustadz Firanda dan Ustadz Nizar Saad Jabal saat memberikan keterangan di Media Center Perhimpunan Al-Irsyad, Senin (22/5/2017)
Ustadz Firanda dan Ustadz Nizar Saad Jabal saat memberikan keterangan di Media Center Perhimpunan Al-Irsyad, Senin (22/5/2017)

JAKARTA (fokusislam) – Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad (DFPA) yang diketua oleh Dr. Firanda Andirja, MA, telah mengeluarkan fatwa tentang Bolehnya Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu. Fatwa Nomor 004/DFPA/VI/1439 dikeluarkan pada 4 Jumadil Akhir 1439H/20 Februari 2018. Seperti yang tertulis di dalam fatwa tersebut, menurut DFPA masalah kepemimpinan aalah hal yang sangat penting dalam agama Islam.

Pada dasarnya DFPA menilai bahwa sistem demokrasi bukan berasal dari Islam dan membawa mudarat yang sangat besar. Di dalamnya terdapat banyak hal yang menyelisihi syariat, baik pada dasar pemikirannya maupun aplikasinya. Namun, Secara rinci DFPA memaparkan latar belakang dibolehkannya seorang muslim menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.

Diantaranya adalah pendapat para ulama. Berpartisipasi dengan menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum, maka hal ini dianjurkan oleh banyak ulama Ahlus Sunnah, di antaranya; Syaikh Bin Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Syaikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad, Syaikh Shalih Al Fauzan, Syaikh Shalih Al Luhaidan, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri, Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily, Syaikh Abdul Malik Ramadhani Al Jazairi, Al Lajnah Ad Daimah, dan lain-lain.

Secara rinci, pembaca bisa membuka link

FATWA DEWAN FATWA PERHIMPUNAN AL-IRSYAD NO : 004/DFPA/VI/1439 TENTANG BOLEHNYA MENGGUNAKAN HAK PILIH DALAM PEMILU


(eri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here