Menurut Studi Ini, Jauhi Facebook Buat Orang Lebih Bahagia

0
150
ilustrasi

DENMARK (fokusislam) – Jaringan sosial telah lama ada semenjak manusia ada dengan segala macam bentuknya, akan tetapi masih ada pertanyaan yang belum bisa terjawab bagaimana bentuk paling modern dari jaringan sosial dalam skala besar berupa Facebook, Twitter, Instagram dan semisalnya bisa mempengaruhi kehidupan dan aktivitas sosial kita tidak seperti sebelumnya.Sebuah studi dari Happiness Research Institute (HRI) atau Institut Riset Kebahagiaan yang berada di Denmark menyimpulkan bahwa media sosial tersebut memiliki efek kurang baik bagi kita.

Riset yang dilakukan HRI melibatkan sampel sebanyak 1095 warga Denmark yang dibagi dalam dua kelompok, yang satu tetap menggunakan Facebook sebagaimana biasanya dan kelompok lainnya menghentikan penggunaannya. Setelah seminggu, sebanyak 84% dari mereka yang berhenti menggunakan Facebook menyatakan bahwa mereka merasa lebih bahagia dan bisa menikmati hidup, dibanding 75% dari yang masih eksis ber-Facebook ria seperti biasanya.

Dan alasannya disebabkan karena kita selalu melihat kehidupan orang lain yang bisa jadi menimbulkan rasa iri pada diri kita dan juga kita terlalu disibukkan dengan berbagai kejadian yang sedang “happening” di media sosial. Penulis studi tersebut mengatakan bahwa bukannya kita fokus dengan apa yang kita butuhkan dan menjadi urusan kita, namun sayangnya kita memiliki tendensi buruk untuk juga fokus dengan apa yang orang lain kerjakan dan dapatkan.

Mereka yang berhenti dari aktivitas Facebook dilaporkan merasa lebih antusias, rasa kesepian yang berkurang, dan merasa lebih pasti dalam menjalani hidup. Mereka bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk bertatap muka dengan keluarga dan rekan-rekannya dan juga dilaporkan bahwa mereka bisa lebih mudah untuk konsentrasi dan fokus pada hal-hal yang menjadi kesibukannya. Kita bisa mendapatkan berbagai keuntungan yang sangat baik tersebut jika kita mencoba menjauhi berbagai website dan aplikasi sosial media selama bebarapa waktu.

Salah satu responden riset tersebut, Sophie Anne Dornoy, berkata “Ketiksa saya bangun tidur, bahkan ketika sebelum turun dari tempat tidur, saya membuka Facebook di smartphone saya hanya untuk mengetahui hal-hal menarik dan penting yang terjadi di malam hari”. Dia menambahkan “Awalnya saya khawatir dan merasa tidak terbiasa dengan berhenti menggunakan Facebook. Dalam beberapa hari berikutnya, saya merasa bahwa pekerjaan saya menjadi selesai lebih cepat dari biasanya karena saya memiliki lebih banyak waktu produktif. Saya juga merasa lebih tenang dan santai karena tidak menghadapi Facebook terus-menerus.”

Otak kita berusaha selaluberadaptasi dengan efek gaya hidup yang dikendalikan oleh gadget yang selalu online dimana sosial media merupakan salah satu bagiannya. Para psikolog saat ini baru mulai mengetahui efek awalnya saja. CEO HRI, Meik Wiking mengatakan bahwa kedepannya dia ingin mempelajari efek berhenti dari Facebook selama setahun penuh, tentu saja jika memiliki jumlah relawan yang cukup.

Untuk meminimalisir berbagai negatif dari sosial media tersebut tentu saja kita perlu lebih disiplin dan lebih bijak dalam mengatur waktu menggunakannya, kita harus tahu kapan kita butuh dan kapan kita tidak butuh, kapan kita bisa menggunakan sosial media dan kapan kita harus menjauhinya. Penting bagi kita untuk kembali menetapkan tujuan awal kita menggunakan sosial media dan memilih teman-teman di sana agar aktivitas bersosial media kita justru bisa mendatangkan manfaat yang baik bagi diri kita.

Rep: Yosiacs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here